Blog

Peringatan Sumpah Pemuda 2020

MENEMUKAN KEMBALI MAKNA SUMPAH PEMUDA

PADA GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z

__________________________________________

Berdirinya Indonesia tidak dapat dipungkiri dapat terjadi berkat semangat nasionalisme pemuda pada zaman kolonial. Sumpah Pemuda pada  28 Oktober 1928 yang menyatakan komitmen pemuda atas identitas kebangsaan, juga merupakan pernyataan sikap untuk menjunjung rasa senasib seperjuangan dalam membangun negara kebangsaan yang berdaulat.

Saat ini, 92 tahun setelah Sumpah Pemuda diikrarkan, bangsa ini masih terus mengalami gejolak dan peristiwa. Perbedaannya, pemuda dan kalangan mahasiswa pada saat ini umumnya telah larut dalam modernisasi dan globalisasi. Gelombang pemikiran dari luar yang karena revolusi digital tidak lagi terbatasi jarak, semakin lama semakin menggerus rasa nasionalisme pemuda. Sehingga peran penting pemuda sebagai penjaga moral bangsa dan inisiator perubahan ketika bangsa ini terpuruk dalam kekeliruan, menjadi pudar.

Fenomena yang terlihat seakan gerakan pemuda hanya sekadar formalitas, dengan ucapan dan poster yang tersebar di banyak media sosial, tanpa menyentuh akar permasalahan. Walaupun banyak pemuda yang dengan tulus memperjuangkan nasib bangsa, namun kehadiran mereka seakan tertutup tabir, karena yang muncul ke permukaan lebih sering yang bermotivasi perjuangan eksistensi individu atau kelompoknya. Padahal saat ini bangsa Indonesia sangat membutuhkan fungsi pemuda untuk mengembalikan semangat kedaulatan. Indonesia tersinyalir sudah digerogoti oleh anasir dan kekuatan modal asing, sehingga tidak lagi berdaulat dalam mengusahakan kesejahteraan serta kesadilan bagi rakyatnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini akan dijadikan sebagai pengingat bagi para pemuda, bahwa mereka mengemban tanggung jawab moral atas bangsa ini. Mereka mengemban amanah untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat dengan kapasitas keilmuan yang mereka kuasai.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersatukan pemuda-pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dan bersama-sama memberikan komitmen dalam mengembalikan khitah pemuda sebagai  agen perubahan dan penjaga kontrol sosial.

  • Moderator, Gusak Tilaswangi
  • Keynote speech oleh Agustanzil Sjahroezah
  • Paparan konteks sejarah Sumpah Pemuda, Hendrajit
  • Paparan konteks kepemudaan masa kini, R.M.E Tjokrosantoso
  • Paparan konteks gerakan pemuda, Andito Suwignyo

WORKSHOP SOSIALISME KERAKYATAN

Wawasan pembangunan masyarakat di era industri 4.0 yang berlandaskan ideologi sosialisme kerakyatan
14 – 16 Februari 2020

PENGANTAR
Pada masa kini, perkembangan teknologi dan perekonomian yang kerap di-branding sebagai era industri 4.0 melahirkan suatu generasi yang sangat bergantung pada ketersediaan teknologi, khususnya teknologi digital. Teknologi digital adalah lokomotif bagi pertumbuhan sektor-sektor dalam industri secara global. Teknologi digital tidak dibuat berdasarkan adanya permintaan pasar, melainkan menciptakan pasar dengan suatu inovasi teknologi yang disebar secara masif. Inovasi tersebut terjadi di setiap sektor, yang semakin lama semakin bergantung kepada kecanggihan produk-produk teknologi digital. Baik di sektor agraris, maritim, keuangan, maupun kesehatan serta pendidikan.

Di era industri 4.0 ini, dengan pertumbuhan sektor yang dipimpin oleh inovasi teknologi, para pembuat kebijakan yang reaktif tidak mampu mengantisipasi sebaran produk-produk teknologi digital tersebut. Sehingga masyarakat dan bangsa ini semakin kehilangan kontrol atas teknologi digital yang semakin strategis dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Maka muncul suatu kondisi yang bertolak belakang dengan era tumbuhnya industri pada abad ke 17. Jika dahulu pada era munculnya industri muncul kelas yang tertindas dan tereksploitasi sehingga menderita dan tertindas, maka di era industri 4.0 ini tindasan serta eksploitasi tidak dirasakan sebagai suatu penderitaan dan tindasan, melainkan sebagai suatu kenikmatan dan “keistimewaan” atau privilege.

Di sisi lain, dimana semakin mudah suatu pemikiran menyebar luas tanpa filter, semakin mudah mudah untuk membangun persepsi dan pengarahan opini secara masif. Walaupun pemikiran dan opini tersebut negatif atau kontra-produktif, dengan pola-pola tertentu, pemikiran dan opini tersebut dapat diterima secara luas. Pembelokan fakta, disorientasi, interpretasi yang menjauhi substansi, menjadi pola-pola yang semakin sering dilakukan sehingga menjadi kelaziman. Pada suatu titik di masa depan yang tidak terlalu lama, kelompok besar masyarakat akan kehilangan pijakan atas kebenaran yang hakiki dan tidak menyadari bahwa hidupnya telah diarahkan untuk kepentingan dan keuntungan suatu kelompok tertentu. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka diselenggarakan workshop Sosialisme Kerakyatan, sebagai upaya membangun pemahaman bermasyarakat/bernegara yang sesuai dengan cita-cita Indonesia.

TUJUAN:

Umum:
Mengorganisasi dan mengedukasi komunitas masyarakat untuk memahami pola bermasyarakat/bernegara yang dilandasi oleh semangat kerakyatan yang kolektif, keadilan sosial yang humanis dan kesejahteraan yang mandiri. Sehingga memiliki referensi dalam setiap arah dan gerak membangun masyarakat yang sejahtera, bermartabat, berdaulat, serta memiliki acuan dalam memperjuangkan hak warga negara yang terabaikan, juga dalam memberantas kemiskinan dan keterbelakangan dengan membebaskan dari kebodohan dan penindasan. Dengan pemahaman tersebut maka setiap kelompok masyarakat tidak mudah terpolarisasi dan dapat lebih produktif membangun masa depannya yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Khusus:
Membangun kemampuan komunitas masyarakat untuk memahami dan mengaplikasikan wawasan dan pemikiran idealisme secara kolektif, sehingga membentuk pemahaman ideologis. Termasuk pemahaman mengenai kesetaraan hak dalam mengakses sumber-sumber ekonomi, yang saat ini semakin bergantung kepada perkembangan teknologi digital, berlandaskan pada kepentingan rakyat secara kolektif, mandiri dan humanis.

PESERTA
Seluruh warga negara Indonesia yang memiliki kepedulian serta komitmen dalam terselenggaranya kehidupan bermasyarakat/bernegara yang sejahtera, bermartabat, berdaulat, berkemanusiaan dan berkeadilan sosial.

KERANGKA MATERI
Terbagi dalam 3 sesi, yang mencakup pemahaman-pemahaman mengenai:Pemahaman kondisi saat ini, filosofi kerakyatan, sejarah sosialisme di Indonesia, fungsi ideologi, pemahaman Sosialisme Kerakyatan, demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, kewirausahaan /membangun usaha kolektif sebagai implementasi ekonomi kerakyatan, perspektif permasalahan pembangunan daerah dan Indonesia.

INSTRUKTUR
Dewan Partai, Partai Sosialis Indonesia

KELUARAN
Warga negara yang memahami apa itu Sosialisme Kerakyatan serta mampu mengimplementasikan model-model ekonomi kerakyatan pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara, dengan penekanan pada karakter yang mandiri, humanis, berintegritas, militan, solutif, berwawasan luas dan matang dalam interaksi sosial, sehingga mampu mengantisipasi perkembangan serta situasi saat ini dan kedepan.

TEMPAT DAN TANGGAL
Linggarjati, Kabupaten Kuningan
14-16 Februari 2020

PENYELENGGARA
Partai Sosialis Indonesia

 

PENDAFTARAN
(Tidak Berbayar, Tempat Terbatas):
1. Hubungi nomor: 0881-7883-874 (bung tri)/0822-1038-5540 (bung Mike)/0878-8867-2247 (bung Jalal)
2. Dapatkan formulir isian dan kirim kembali setelah diisi (link formulir : https://docs.google.com/…/1FAIpQLSdGunpc7_iq_BnmJq…/viewform)
3. Jika tempat masih tersedia, calon peserta akan menerima detil lokasi dan jadwal. Jika tempat sudah penuh, maka peserta akan masuk daftar tunggu di sesi workshop berikutnya